Headless E-Commerce adalah jenis arsitektur untuk toko online atau aplikasi layanan di mana pengelolaan produk atau layanan, pesanan, dan pembayaran dipisahkan dari antarmuka pengguna. Dalam pendekatan ini, data ditransfer melalui API dan dapat digunakan di aplikasi apa pun: di website, aplikasi mobile, mini-app untuk media sosial dan messenger, atau pada asisten cerdas seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan lainnya.
Bagaimana cara kerjanya
OneEntry PaaS
BaaS
S3 storage
Data Base
Ultra-fast in-memory data storage system
Message broker
Microservices
Headless Content Management System
Push service
Events
Newsletters
Backups
Databases migration from other systems
Custom business logic
Integrations with third-party services
Import catalogs from files
Headless E-commerce management
SDK/API
App1
App2
App3
Microapps
OneEntry PaaS
App3
Microapps
SDK/API
Headless Content Management System
Headless E-commerce management
Untuk siapa ini cocok
Frontend developer yang membutuhkan backend siap pakai tanpa keterlibatan DevOps.
Manajer yang mengoordinasikan rantai penjualan dalam satu platform.
Content manager dan marketer yang ingin memperbarui konten tanpa bantuan developer.
Tim bisnis yang mengelola beberapa proyek secara terpusat menggunakan database bersama.
Keunggulan pendekatan ini
Fleksibilitas — konten dapat digunakan di berbagai frontend: web, mobile, TV, chatbot, dan lainnya.
Pengalaman omnichannel — satu penyedia konten untuk semua saluran digital.
Performa — frontend beroperasi secara independen, memungkinkan Anda memilih teknologi yang paling efisien untuk setiap perangkat.
Skalabilitas — pertumbuhan dan evolusi aplikasi tidak memerlukan optimasi backend atau infrastruktur server.
Keamanan — frontend dan backend dipisahkan; panel admin terisolasi; sertifikat mTLS dan token memastikan pertukaran data yang aman.
Pembaruan konten yang cepat — setiap perubahan langsung tercermin di semua saluran yang terhubung.
Ramah bagi developer — mendukung semua framework dan bahasa frontend utama (JavaScript, React, Vue, Next.js, Nuxt, React Native, Svelte, Kotlin, SwiftUI, dll.).
Kustomisasi logika bisnis — perluas logika yang ada menggunakan tool low-code bawaan atau buat modul kustom di Node.js, Python, atau PHP.